Pendampingan
desa merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung keberhasilan
pembangunan desa yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam konteks
ini, Tenaga Pendamping Profesional
(TPP) memiliki peran sebagai fasilitator, pendamping, dan
penghubung antara pemerintah desa, masyarakat, serta kebijakan pembangunan yang
ditetapkan oleh pemerintah. Peran tersebut menjadi semakin penting ketika
pendampingan dilakukan di wilayah dengan kondisi geografis, sosial, dan sumber
daya manusia yang beragam, seperti di Kecamatan
Tanah Pinoh.
Gambaran Umum Wilayah Dampingan
Kecamatan Tanah Pinoh
Kecamatan
Tanah Pinoh memiliki luas wilayah administrasi sebesar 741,180 km² dan terbagi ke dalam 12 desa, yaitu Desa Batu Begigi, Desa Suka Maju, Desa Loka Jaya,
Desa Bina Jaya, Desa Bina Karya, Desa Madong Jaya, Desa Pelita Kenaya, Desa
Bata Luar, Desa Maris Permai, Desa Tanjung Beringin Raya, Desa Tanjung Gunung,
dan Desa Keranjik.
Wilayah
ini terdiri atas 44 dusun dan 116 RT,
dengan jumlah penduduk mencapai 17.651
jiwa. Desa Bina Jaya
merupakan desa terluas dengan luas 93,50
km², sedangkan Desa Batu Begigi
menjadi desa dengan luas terkecil, yaitu 22,30 km². Dari sisi jarak, Desa Bina Jaya dan Desa Maris Permai
merupakan desa terjauh dari ibu kota kecamatan (±13 km), sementara Desa Suka
Maju dan Desa Tanjung Gunung merupakan desa terdekat (±1 km).
Kondisi
wilayah yang luas, jarak antar desa yang bervariasi, serta keterbatasan
infrastruktur menjadi faktor penting yang memengaruhi pola dan strategi
pendampingan desa oleh TPP.
Dalam
kondisi wilayah seperti Kecamatan Tanah Pinoh, TPP beperan dalam
beberapa aspek utama. Pertama, TPP berperan sebagai fasilitator perencanaan pembangunan desa, khususnya dalam
mendorong penyusunan dokumen perencanaan desa yang partisipatif dan berbasis
kebutuhan masyarakat.
Kedua,
TPP berperan dalam penguatan kapasitas
sumber daya manusia desa, baik aparatur desa maupun masyarakat. Hal ini
menjadi penting mengingat masih terdapat keterbatasan layanan pendidikan dasar,
seperti belum aktifnya PAUD di Desa
Maris Permai, Desa Bina Jaya, dan Desa Tanjung Beringin Raya.
Ketiga,
TPP berperan sebagai pendamping dalam
peningkatan kualitas pelayanan dasar, termasuk bidang kesehatan.
Kecamatan Tanah Pinoh belum memiliki rumah sakit, dan hanya didukung oleh 1 Puskesmas Rawat Inap di Desa Loka Jaya,
1 Poliklinik di Desa Batu Begigi,
4 dokter umum, serta 15 Posyandu yang tersebar di seluruh
desa. Dalam kondisi ini, TPP membantu desa dalam mengoptimalkan peran Posyandu
dan mendorong kolaborasi lintas sektor.
Salah
satu tantangan terbesar dalam pendampingan desa di Kecamatan Tanah Pinoh adalah
kondisi geografis dan aksesibilitas
wilayah. Beberapa desa, seperti Desa
Pelita Kenaya, Desa Maris Permai, dan Desa Bata Luar, memiliki akses
jalan yang masih berupa tanah merah. Pada musim hujan, kondisi ini menyebabkan
desa-desa tersebut sulit dijangkau.
Kondisi
paling ekstrem dialami oleh Desa Bata
Luar, yang hanya dapat diakses melalui penyeberangan sepeda motor menggunakan perahu dengan biaya sekitar
Rp15.000 sekali penyeberangan.
Putusnya jembatan di Desa Madong Jaya
sejak tahun 2025, yang sebelumnya menjadi satu-satunya akses darat
kendaraan bermotor, menyebabkan terputusnya mobilitas darat menuju desa
tersebut. Situasi ini menjadi tantangan serius bagi TPP dalam melakukan
pendampingan secara rutin dan berkelanjutan.
Selain
faktor geografis, TPP juga menghadapi tantangan berupa perbedaan karakter dan dinamika sosial masyarakat di setiap desa.
Jumlah dusun yang berbeda, seperti Desa
Suka Maju dengan 6 dusun dan Desa
Tanjung Beringin Raya serta Desa Tanjung Gunung dengan masing-masing 2 dusun,
memengaruhi pola komunikasi, koordinasi, dan partisipasi masyarakat.
Di
beberapa desa, partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan masih perlu
ditingkatkan, terutama dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan desa. Dalam
hal ini, TPP dituntut memiliki kemampuan komunikasi sosial, pendekatan budaya,
dan kesabaran dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Kecamatan
Tanah Pinoh juga menghadapi tantangan lingkungan berupa banjir tahunan. Dari 12 desa, 11 desa secara rutin mengalami banjir, kecuali Desa Bina Karya. Kondisi ini tidak
hanya berdampak pada kehidupan masyarakat, tetapi juga pada efektivitas program
pembangunan desa.
Selain
itu, masih terdapat 1 desa yang belum
dialiri listrik PLN, yang menjadi tantangan tersendiri dalam
pengembangan ekonomi desa dan pelayanan administrasi berbasis teknologi. TPP
memiliki peran penting dalam mendorong advokasi kebutuhan desa agar mendapatkan
perhatian dari pemangku kepentingan terkait.
Pendampingan desa di Kecamatan Tanah Pinoh
merupakan proses yang kompleks dan penuh tantangan. Perbedaan kondisi
geografis, karakter masyarakat, serta keterbatasan sumber daya manusia dan
infrastruktur menuntut peran aktif,
adaptif, dan inovatif dari Tenaga Pendamping Profesional (TPP). Dengan
pendekatan yang berbasis data, pemahaman lokal, dan kerja sama lintas sektoral.